Pengobatan Kanker Payudara dengan Radiasi

Pengobatan Kanker Payudara dengan Radiasi

Pengobatan Kanker Payudara dengan Radiasi – Radioterapi atau terapi radiasi merupakan jenis terapi yang menggunakan radiasi dari energi radioaktif. Radioterapi sangat umum diberikan kepada para pengidap kanker. Kerapkali, radioterapi ini diberikan sebagai terapi tunggal, namun juga sering dikombinasikan dengan jenis perawatan lainnya, seperti kemoterapi atau prosedur operasi.

Pengobatan Kanker Payudara dengan Radiasi
Pengobatan radioterapi memiliki fungsi untuk menghancurkan sel kanker pada tubuh pengidap kanker. Kadang, terapi ini bisa berguna untuk menghambat kanker karena radiasi yang diberikan dapat menghancurkan materi genetik sel. Sehingga sel tidak bisa membelah dan tumbuh lagi. Tapi, bila kanker yang diderita pasien sudah dalam kondisi stadium lanjut, terapi ini tidak dapat menghancurkan sel kanker secara sempurna.

sumber : http://www.qncjellygamat.com/obat-kanker-payudara.html

Pada pengidap kanker stadium lanjut, terapi radiasi lebih ditujukan untuk mengecilkan ukuran kanker dan juga kurangi gejala yang dirasakan.

Umumnya, terapi radiasi digunakan untuk mengatasi hampir semua jenis tumor dan kanker. Salah satu di antaranya yaitu kanker payudara.

Jenis Terapi Radiasi Kanker Payudara

Untuk pengidap kanker payudara, ada berbagai jenis penanganan yang dapat dilakukan. Seperti, menjalani kemoterapi sampai operasi pengangkatan kanker payudara. Selain kedua jenis penanganan tersebut, ada juga cara lain untuk mengatasi kanker payudara, yakni dengan melakukan terapi radiasi.

Terapi radiasi pada kanker payudara dilakukan dengan memapar jaringan kanker pada payudara dengan sinar berenergi tinggi yang tujuannya untuk mematikan sel kanker atau menyusutkan jaringan tumor tersebut. Terapi radiasi yang diberikan kepada pengidap kanker payudara bisa mematikan sel kanker di payudar, dinding dada sampai area ketiak sesudah operasi pengangkatan kanker dijalankan.

Untuk melakukan terapi radiasi kanker payudara, dokter dapat memakai dua cara antara lain menggunakan radiasi eksternal atau radiasi internal. Bukan hanya itu, ada jenis radiasi lain yaitu radiasi sistemik atau perpaduan antara beberapa jenis terapi radiasi.

  • Radiasi Eksternal

Radiasi eksternal merupakan jenis terapi radiasi yang kerap dilakukan pada pengidap kanker payudara. Terapi ini akan memakai mesin diluar rubuh yang akan memapar jaringan kanker dengan sinar X untuk periode yang lumayan memakan waktu lama.

Biasanya, radiasi eksternal ini dilakukan sebanyak 5 kali per minggu. Dimulai sekitar 1 bulan sejak pasien menjalani operasi pengangkatan tumor pada payudara. Pasien biasanya akan menjalankan terapi radiasi ini secara rutin selama 6 minggu berturut-turut.

Pasien yang melakukan radioterapi eksternal ini ada baiknya untuk tidak terlalu cemas, karena tidak memunculkan rasa nyeri sedikitpun.

Saat ini, ada satu jenis terapi radiasi eksternal paling canggih yang dapat dicoba yaitu Accelerated Breast Irradiation. Metode terapi radiasi ini membuat terapi yang diberikan jadi lebih cepat. Dosis radiasi yang akan diberikan pada pasien bisa lebih besar jika dibandingkan dengan radiasi biasa, dan akan diberikan pada pasien setiap hari.

Bahkan, radioterapi jenis ini dapat dilakukan dengan memberikan satu dosis besar diruang operasi, yaitu setelah pasien melakukan operasi pengangkatan kanker payudara. Walau demikian, cara radiasi ini masih dalam tahap percobaan dan membutuhkan pertimbangan yang banyak sebelum dijalankan.

  • Radiasi Internal

Jenis terapi radiasi yang dapat diberikan pada pengidap kanker payudara selanjutnya ialah radiasi internal. Terapi radiasi internal ini dijalankan dengan cara menanam biji radioaktif di dalam jaringan payudara yang berada disamping kanker. Radiasi internal ini sangat memungkinkan untuk diberikan secara bersamaan dengan radiasi eksternal sehingga dapat menambah efektifitas radioterapu yang diberikan

Salah satu cara radiasi internal yang dapat dilakukan yaitu Mammosite. Cara ini akan memakai sebuah balon yang melekat pada sebuah tabung tipis. Balon tersebut selanjutnya akan dimasukan kedalam ruang lumpektomi kemudian di isi dengan air garam. Bahan radioaktif bisa dimasukan melalui selang yang melekat dan harus di ganti setiap 2 kali sehari selama 5 hari. Selanjutnya, balon akan dikempeskan dan diangkat setelah perawatan sudah selesai.

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *