Penanganan Bayi Kuning Dengan Lampu Fototerapi

Penanganan Bayi Kuning Dengan Lampu Fototerapi

Penanganan Bayi Kuning Dengan Lampu Fototerapi – Tidak sedikit kasus bayi kuning kita jumpai di Indonesia. Warna kuning pada bayi ini biasanya disebabkan karena kadar pigmen bilirubin mengalami ketidak cocokan golongan darah dan rhesus antara ibu dan sang bayi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan lampu fototerapi.

Saat ini dengan semakin banyaknya distributor yang jual lampu fototerapi menjadikan penggunaan alat kesehatan ini hampir sudah merata digunakan di tiap-tiap tempat pelayanan kesehatan untuk mengatasi bayi kuning.

Warna kuning pada bayi selain disebabkan karena ketidak cocokan golongan darah & rhesus antara ibu dan bayi juga bisa disebabkan karena fungsi hati dari si bayi belum mampu bekerja secara optimal.
Penyakit kuning ini adalah bentuk fisiologik serta patologik, Yang mana sifat patologik ini diketahui sebagai hiperbilirubinemia, inilah hal yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan terjadinya gangguan saraf pusat atau bahkan kematian.

Apabila kadar bilirubin bayi cukup tinggi, seperti yang sudah disebutkan di awal tadi langkah penangannya adalag dengan penyinaran lampu fototerapi yang sudah dilengkapi dengan sinar bluelight. Dengan dilakukannya penyinaran ini maka akan bisa memperlancar peredaran perpindahan bilirubin.

Ketika bayi menjalani penyinaran dengan lampu fototerapi maka diharuskan untuk dalam posisi telanjang, dan biasanya dilakukan di dalam inkubator supaya tidak kedinginan. Sinar biru yang dihasilkan nantinya akan mampu menembus lapisan transparan sehingga bisa menyentuh kulit bayikuning. Namun selama dilakukan penyinaran mata harus tetap ditutup menggunakan penutup berwarna gelap untuk menghindari sinar biru langsung mengenai mata bayi.

Ketika kadar bilirubin pada bayi sudah termasuk dalam kategori membahayakan maka sangat dianjurkan untuk dilakukan tranfusi darah dengan kadar tertentu yang sebelum dilakukan sudah melalui proses uji silang.

Apabila kadar bilirubin tidak terlampau tinggi, untuk melancarkan perpindahan bilirubin menuju sel hati bayi dapat dilakukan dengan cara memberikan air susu ibu atau ASI sesering mungkin. Juga disarankan untuk menjemur bayi selama kurang lebih 15 sampai 30 menit antara pukul tujuh sampai Sembilan pagi, untuk menghangatkan tubuh bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *