Pembelian Alat Tulis sampai Rp 487 Miliar Satu Tahun, Ahok Akan “Sunat” Anggaran Tiap Dinas

Perlengkapan Kantor – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membatasi alokasi biaya pembelian alat catat kantor (ATK) tiap-tiap unit kerja piranti daerah (SKPD) sekitaran Rp 50 juta-Rp 75 juta setiap tahunnya.
Hal semacam ini dikerjakan Ahok karena setiap tahunnya biaya pembelian ATK menjangkau Rp 487 miliar.

” Satu dinas, (biaya pembelian ATK) dapat hingga Rp 200 juta, Kamu mesti kurangi. Bayangin setahun biaya untuk ATK hingga Rp 487 miliar, ” kata Basuki di Balai Kota, Sabtu (21/11/2015).

Karenanya, dia memohon Inspektorat DKI Jakarta mengaudit pengadaan dan pemakaian ATK itu. Bahkan juga, Basuki mengatakan biaya pembelian ATK di Jakarta sama dengan biaya pendapatan berbelanja daerah (APBD) kota/kabupaten beda di Indonesia.
Basuki juga temukan biaya ATK yg tidak seimbang di Suku Dinas (Sudin) Pariwisata serta Kebudayaan.

Kata Basuki, ada sudin yang menganggarkan pembelian ATK sampai Rp 250 juta. Tetapi, sudin yang lain cuma menganggarkan Rp 50 juta.

Tidak cuma itu, temuan berlainan datang dari Dinas Perumahan serta Gedung Pemda DKI Jakarta. Dinas itu menganggarkan Rp 250 juta untuk pembelian ATK serta Rp 300 juta untuk pembelian tinta.

” Maka dari itu, ini mesti diaudit Inspektorat. Kepala SKPD harus juga pantau penggunaan ATK, jangan pernah tiap-tiap PNS bawa pulang (ATK), ” kata Basuki. Harga Kertas HVS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *