Di Dalam Masjid Kabupaten Sumenep Jawa Timur Punya Cerita

Di Dalam Masjid Kabupaten Sumenep  Jawa Timur Punya Cerita

Di Dalam Masjid Kabupaten Sumenep Jawa Timur Punya Cerita

Ceritanya adalah seorang laki laki bernama Faris Aditama usianya sekitar 25 tahunan, pekerjaannya serabutan tidak pernah ada pekerjaan pasti dengan pria yang tubuhnya kekar ini padahal sudah banyak yang memintanya untuk menjadi satpam saja tapi dia sudah melakukan malah dia tinggalkan pekerjaan itu. siapa sangka Faris inilah yang membuat keresaan warga sekitar Desa ciduku, karena diketahui kotak amal di dalam Masjid menghilang seketika setelah pagi hari, padahal isi didalamnya ini akan digunakan sebagai membeli mikrofon yang sudah lama rusak. Rencananya ini dilaporkan kepada polisi setempat agar di usut keresahan di dalam Masjid  itu karena isinya cukup banyak polisi bertindak tegas dengan mencari kan apakah dan siapakah pelakunya. Karena sudah dicari kemana mana ada bukti yang menunjukkan pelaku dari pencurian ini adalah pemuda pengangguran Desa yang memang entah bagaimana dari tadi sering berseliweran berada di Masjid. Padahal, dia tidak pernah mau melakukan apapun sebelumnya tanpa adanya dorongan dari orang lain, tapi memang ini membuat warga curiga dengan pemuda yang memang sudah menganggur lama ini, apalagi dia juga terkenal dengan kemalasannya untuk melakukan apapun itu.

Sambil memotong kukunya dengan gunting yang satu satunya dia miliki Faris asyik bersantai ria tanpa melakukan apapu didepan rumahnya, ini adalah kegiatan setiap harinya memang karena dia tidak pernah ingin mau melakukan apapun selain hanya jalan kesana kemari tanpa arah. Pernah juga di usulkan untuk bekerja di proyek bangunan, dia juga hanya dua bulan bekerja disana padahal bangunan itu tidak akan lama lagi dibangun sebuah mall besar di Kota nya sayangnya dia tetap saja bermalas malasan tonasenya yang cukup besar sehingga tidak mungkin Masjid  aka nada di sana, seketika itulah faris harus pergi saja dengan tidak melakukan pekerjaan apapun. Untuk makannya setiap hari dia hanya meminta kepada orang tuanya yang sudah berusia lanjut, padahal inilah anak satu satunya yang diharapkan oleh orang tuanya tapi mau bagaimana lagi Faris sudah terlanjur senang dengan kehidupannya sendiri.

Pernah juga suatu hatu, orangtuanya berfikir untuk mencarikan istri si Faris karena sudah berusia dan nampaknya usianya juga sudah pas untuk menikah. Apalagi orang tuanya berfikir jika mungkin saja nanti dia sudah punya istri penyakit malasnya ini bisa sembuh, sehingga diharapkan apa yang akan menjadi nyata itu sehingga ayahnya menanyakan kepada kiayi siapa sangka ada santri dari Masjid cocok dengan faris, sayangnya memang belum ada dan si Faris tampaknya juga tidak ada keinginan untuk menikah. Karena dia masih senang dengan hidupnmya yang senang senang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *